Monday, May 01, 2006

Tak kuduga...

When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but with creatures of emotion, creatures bristling with prejudice, and motivated by pride and vanity.
Dale Carnegie


Sering saya dengar komentar negatif atau pandangan negatif bila orang melihat perempuan Asia bergandengan tangan dengan pria kulit putih, apalagi bila beda umurnya jauh. Jujur saja, saya sendiri pernah melayangkan tatapan heran ketika berpapasan dengan wanita belia Asia yang bergandengan mesra dengan pria bule tua yang lebih pantas jadi ayah, bahkan kakeknya. Koq bisa ya? Apa yang mereka omongin ya (terlebih bila saya tau kemampuan komunikasi keduanya terbatas)? Itu yang ada di pikiran saya. Terlepas dari motivasi keduanya, bagi saya itu urusan mereka. Toch mereka tidak merugikan saya.

Saya juga pernah menjadi 'korban' pandangan negatif itu. Mungkin juga pernah menjadi korban komentar negatif, tapi paling tidak saya belum mendengarnya langsung :)

Ceritanya saat liburan menanti hasil penerimaan universitas, saya beserta ibu, kakek, nenek, serta oom dan tante saya menginap semalam di Pelabuhan Ratu. Di hotel Indonesia tepatnya. Malam itu, setelah makan malam, kakek saya, yang saat itu sudah berusia 70 tahun lebih itu, penasaran seperti apa disco dari dalam. Mungkin karena sering dengar cerita anak, cucunya, jadi ingin tau juga apa sih itu. Untungnya di hotel tersebut ada disco yang kebetulan malam itu buka. Maka pergilah kami berlima, kecuali oom saya yang masih ada kerjaan, ke disco! Coba, berapa diantara kalian pernah mengalami ke disco bersama nenek & kakeknya?

Baru sepuluh menit kami di sana, kakek saya sudah tidak tahan dengan lampu dan bisingnya lagu yang diputar. Padahal kakek saya sudah punya masalah dengan pendengaran lho! Jadi kami pun keluar dan mengantar nenek dan kakek kembali ke kamar mereka sebelum balik lagi ke disco:D

Berhubung ibu dan tante saya 'turun' berdua, daripada saya di'tawar' karena duduk sendiri, akhirnya saya ikutan turun ke lantai disco juga walaupun saat itu lagunya ngga jelas. Awalnya sih saya asyik sendiri di sebelah ibu dan tante, lama² ada bule muda yang tadinya joget sendiri dibelakang tante saya mulai mendekat. Akhirnya asyik deh kita berdua joget seenak hati mengikuti irama tanpa pernah bertukar kata. Tidak satu katapun. Bahasa tubuh itu universal! ;)

Tapi lagi asyik²nya, koq rasanya ada yang ngeliatin ya... Saya tengok ke kiri. Uh! Itu pandangan... tajam, menghujam dari seorang perempuan yang sedang joget bersama teman (?) prianya. Berhubung saya tidak merasa salah, ya saya cuek aja. Tapi tiap kali menoleh ke kiri, lagi² tatapan bermakna itu mendarat dari dia. Terlebih ketika musik berhenti dan saya beserta si bule itu minggir. Padahal komunikasi diantara kami cuma 'thanks', dan saya langsung mencari ibu dan tante saya yang sudah duduk untuk mengajak kembali ke kamar.

Paginya, saya menemani kakek saya keliling hotel, dan seperti biasa kami gandengan. Tak dinyana, saat sedang gandengan dengan kakek tercinta di lift, perempuan itu masuk ke lift yang sama. Kembali pandangan penuh tuduhan itu mendarat. Bahkan lebih ganas daripada malamnya. Saya malah kumat isengnya, jadi semakin nempel mesra! Dari pandangannya seakan² ia menuduh saya saat si kakek tidur, cari sampingan dengan bule. Pokoknya lebih ancur daripada cuma dengan bule deh. :D

Rupanya, pertemuan dengan perempuan itu masih harus terjadi lagi. Untungnya, kali ini ketika kami akan meninggalkan hotel, dan terjadi di lift lagi. Bedanya kali ini ada seluruh keluarga saya yang sedang bercanda tentang pengalaman di disco ketika ia masuk ke dalam lift. Sampai sekarang saya masih ingat raut kaget bercampur malunya dia.

ah.. tatapan itu...

4 comments:

topan said...
This comment has been removed by a blog administrator.
topan said...

gw juga pernah ngalamin kok,waktu ngantarin keponakan berlibur. Wah ada bandot tua yang dapat daun muda,pikir mereka kali ya..?

Fortuna said...

yaaa... emang aneh...
gue juga pernah ngeliatin pasangan beda usia yang lagi gandengan tangan... bedanya, gue pikir beneran bapak sama anak... Lah kok?! terakhirnya ciuman??? Heeee??? Cinta atau Nafsu memang tidak mengenal usia... Ya nggak sih nee'???

Mendingan si mbak2 mata nuduh itu langsung tanya sama loe ya... Jadi kan nggak perlu curigesyen gitu loooh... Hihihi! :)

Anonymous said...

hahahaha! ada-ada saja. hidup ini memang penuh warna, dik. :)